Stasiun Rawa Buntu

Stasiun Rawa Buntu (RU) adalah stasiun kereta api kelas III yang terletak di Kelurahan Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan. hanya melayani perjalanan KRL Commuter Line saja. dibuka pada 1 Oktober 1899 oleh perusahaan kereta api Negara, Staatssporwegen (SS) bersamaan peresmian lintas Duri-Rangkasbitung. Lintas sepanjang 76 km ini dibangun  menggunakan lebar sepur 1067 mm.


Stasiun Rawa buntu salah satu stasiun ramai di pagi hari dan sore hari, karena ada beberapa perusahaan di BSD ini. foto diatas pintu keluar dari ruang tunggu stasiun. diluar ini banyak angkot mangkal jadi macet. kalau mau naik angkot disini bayar 5000 (tahun 2026). walaupun tulisannya trayeknya sampai cikokol tangerang tapi aslinya hanya sampai bunderan alam sutera.


Lubang angin masih seperti yang lama cuma sepertinya tanahnya diurug setengah meter. saya baru sadar kalau lubang anginnya sama seperti stasiun catang.

tahun 1921 tentang para bajingan di jalur banten atau sekarang kita kenal dengan green line, tidak seperti jalur tangerang yang ada polisi lapangan yang membantu kondektur untuk keamanan kalau sekarang PKD. jalur banten jaman dahulu sangat rawan oleh para "bajingan" saat dimintai karcis oknum bajingan ini suka mengancam dengan pisau ataupun dengan batu. para penumpang di gerbong pasar takut saat naik kereta malam yang kurang pencahayaan suka dirampok. bukan hanya di jalur banten, di jalur bogor juga begitu diantara stasiun manggarai dan lenteng agunghalte kebayoran, halte pondok bitung, halte juramangu, halte sudimara, dan halte rawabuntu kecuali palmerah dan tanah abang tidak ada polisi yang menjaga di halte atas tersebut. gerbong barang pasar yang biasanya tanpa orang jadi banyak orang yang menjaga barang bawaan mereka karena banyak orang di pinggir rel antara jurangmangu, pondok bitung, kebayoran.  dilengkapi dengan tongkat panjang, untuk menarik barang-barang keluar dari gerbong pasar pada saat yang tidak dijaga.


Bagian dalam yang dahulu menjadi tempat penumpang menunggu kereta sekarang jadi bagian portal tap. dahulu ada tempat duduk sekarang mesin tap-in. sekarang penumpang pada duduk di peron tinggi yang baru


Ruang Tiket yang berwarna abu-abu dan ruang PPKA pintunya berwarna coklat. dua ruangan ini dari dulu masih ada sampai sekarang. pada tahun 1910 ada pertimbangan untuk membangun jalur cabang dari Semplak, melalui Ciseeng, menuju Serpong dan Rawa Buntu, meskipun rencana khusus ini tampaknya kecil kemungkinannya untuk direalisasikan.



Sisi kanan atau timur hanya tembok kosong, ternyata tembok bagian barat masih tersisa tulisan Rawa Buntu. Tahun 1932 pengiriman barang melalui kereta efektif 1 oktober, stasiun yang dapat mengirimkan paket ialah stasiun Rawabuaya, Poris, Batu Ceper, Jurang mangu, Rawa Buntu, Cicayur, Cikoya, Cibuah, Pasirtangkil, Cikaduwen, Kenanga, dan Kaloempang. dengan berat maksimum 1.000 kg per kiriman dan 100 kg per paket individu.

Sumber Infotangerang.id

Bangunan lama yang masih lestari sampai sekarang


Comments