kota solo banyak jembatan yang masuk cagar budaya seperti jembatan pasar gede, jembatan jurug dan jembatan pasar legi. kenapa diberi nama jembatan pasar legi? karena jembatan ini memang menuju pasar legi solo berada di utara pura mangkunegaran. nama pasar legi diambil dari hari pasaran ''legi'' yang pada dahulu kala di hari itu pasar ramai pembeli
Jembatan ini berada diata kali pepe. sebelum ada sodetan kali anyar, kali pepe lebar dan dalam. dahulu yang membuat solo banjir ialah meluapnya kali pepe maka dari itu dibuat sodetan untuk mengalirkan air menjauhi kota. setelah adanya kali anyar kali pepe pun surut untuk debit airnya sehingga sudah tidak bida dilalui oleh kapal lagi. kapal bisa melalui kali pepe hingga pasar depok sekarang atau petilasan ki ageng pamanahan
Jembatan ini awalnya tidak berlantai aspal seperti sekarang tapi berlantai kayu, sebentar sebentar jalan rusak karena dari kayu. semenjak ada kendaraan mobil yang semakin banyak maka jembatan dirubah seperti sekarang lebih kuat dan lebih luas, jembatan yang sekarang adalah hasil renovasi pada 1912. jembatan ini juga dipisahkan untuk pejalan kaki di kanan dan kiri jembatan. dan bagian tengah untuk kendaraan.
Plakat cagar budaya kota soloyang menandakankalau jemmbatan ini masuk ke dalam cagar budaya. diberitakan juga dikoran lama belanda beberapa kasus orang meninggal karena tercebur ke kali pepe
lampu di ujung jembatan menambah estetika jembatan dan juga menjadi penerangan di malam hari. lampu berjumlah empat masing masing dua lampu diujung jembatan. pernahkah bertanya kali pepe ini berasal dari kata apa? ada yang menjawab dahulu pinggiran kali dipakai untuk mepe ikan (menjemur ikan) makanya disebut kali pepe
Jembatan pasar legi sebelum 1912
Jembatan pasar legi sekitar 1900
Comments
Post a Comment