Apotik Tunggal Salemba Jakarta. Apotek Pertama setelah Kemerdekaan

Jalan salemba raya ada sebuah apotek lama di sebelah kpu jakarta dan sebrangan dengan kampus ui salemba. untuk alamat tepatnya di jalan salemba raya nomor 17. saya sering melihat apotek ini karena sering nganter bapak saya ke rscm. dahulu didepan apotek ini jadi tempat mangkal bemo jurusan salemba rawa sari sekarangpun sama tapi bukan bemo melainkan angkot.



Didirikan oleh ibu Rukmini Zainala Abidin menurut arsip jakarta apotek ini berdiri pada tahun 1950 sedangkan menurut perpusnas melelui iklan berdirinya apotek ini di tahun 1952. digadang-gadang menjadi apotek pertama setelah kemerdekaan dan juga moder ibu Rukmini juga ponakan mohammad Hatta dan pengusaha Rahman tamin.

photo oleh perpusnas

berawal dari mendirikan apotek yang dimodalin oleh orang tua ibu rukmini. bu rukmini juga melebarkan  sayap dengan menjadi pengimpor dan agen besar pemasaran obat-obatan. ibu rukmini belatar belakang sebagai keluarga pedagang minangkabau. dan beliau juga lulusan sekolah farmasi dan pernah magang di rumah sakit cipto mangunkusumo sebelum dia membuka apotek. juga menjadi direktur  PT Tunggal dan direktur  Apotek Tunggal.


photo oleh arsip jakarta

1954 suaminya ibu rukmini yaitu zainal abidin mendirikan perusahaan farmasi pertama milik warga indonesia diberinama PT Abdi, selanjutnya pada tahun 1970 didirikan sebuah perusahaan farmasi dengan nama PT Tunggal. dipercaya oleh Pfizer untuk memproduksi DepoProvera untuk pasar Indonesia selama tiga puluh tahun. pembagian lini bisnisnya yang kutangkap PT Abdi menjual bahan baku kepada PT Tunggal, obat dari Pt Tunggal didstribusikan oleh PT Abdi.

Pada tahun 1994 merger lah dua perusahaan tersebut menjadi PT Tunggal Idaman Abdi (TIA) salah satu perusahaan farmasi terbaik di indonesia. balik lagi membahas apotek di jalan salemba raya, apotek itu sekarang sudah berganti manajemen menjadi milik kimia farma. walaupun begitu kata tunggal di dinding depan apotek masih ada.

SUMBER

arsip jakarta

perpusnas Merdeka, 30 juli 1952 halaman 3

id.wikipedia.org/wiki/Rukmini_Zainal_Abidin

Comments