pabrik gondang winangun berada di jalan jogja solo, perusahaan Belanda bernama NV Klatensche Cultuur Maatscahapij yang kantornya berkedudukan di Amsterdam Belanda pada tahun 1860. pabrik ini namanya muncul kembali karena digunakan untuk film pabrik gula. pembahasan untuk tulisan ini kebanyakan di homestay
Air mancur letaknya di depan pabrik gula gondang winangun, air mancur ini kadang dipakai semacam rest area untuk istirahat oleh wisatawan dari jogja mau ke solo. disini juga ada restoran. didekat sini juga ada bekas kawedanan Gondang Winangun
Homestay Gondang Winangun yang dahulunya tempat tinggal petinggi administratur pabrik gula, sekarang dijadikan homestay. oleh warga sekitar bangunan ini dinamakan mbesaran. saya datang pada tahun 2016, homestay ini masih aktif.
pintu utama dengan menyatu dengan jendela membentuk setengah lingkaran. saya ingat waktu foto foto disini disamperin satpam disuruh turun dari homestay.
Lorong dari samping bagian kiri depan. dipabrik gula ini ada juga wisata lori keliling pabrik menggunakan lori tebu
jendela home stay. dismaping jendela ada beberapa gazebo untuk duduk
tujuan saya ke pabrik gula ini adalah ada sebuah jaladwara di pabrik ini. ada beberapa peninggalan candi tapi yang kutemukan hanya ini. jaladwara adalah saluran air atau pancuran hiasan bangunan kuno
Ada bangunan lama juga yang dipakai menjadi pusat souvenir tapi saat saya datang sudah tutup dan tidak terawat. ke pbarik gula ini saya dua kali pertama melihat jaladwara dan kedua menaiki lori wisata keliling pabrik gula
Makam belanda ada disamping restoran, saya saat itu masih menjumpai taburan bunga di makam tersebut. makam tersebut milik petrus jacobus meyes yang meninggal pada 23 februari 1863. menurut Aga_yp dari komunitas Roemah Toea petrus bukan pendiri pabrik gula tetapi seorang tentara knil yang mengundurkan diri dan bekerja di pabrik gula gondang.
Monumen lokomotif kuning ini berada di depan restauran dari pabrik gula winangun. didalam pabrik pada saat itu masih ada beberapa lokomotif dan ada yang masih diperbaiki. pada 2016 pabrik ini masih giling dan untuk argowisatanya ramai apalagi saat liburan dan untuk museum gula memang sepi. semoga pabrik ini pulih kembali









Comments
Post a Comment