Monumen Serangan Kota Baru Jogja. pelucutan senjata jepang di jogja

jika pulang dari malioboro lewat kota baru jangan lupa mampir melihat monumen serbuan kota baru berada di jalur kotabaru menuju ke jalan solo. berada di parkiran perumahan tentara sepertinya tenatara angkatan darat karena bangunanya hijau. ada plang dan gapura yang bertuliskan monumen serbuan kotabaru

Bentuk monumen persegi panjang keatas  berwarna merah  redup dengan plakat hitam di masing masing sisi dan sudut sisi ada garis emas. dan ada dinding dibelakang monumen, pada 2018 dinding itu masih polos tapi setelah itu ada plakat nama pejuang yg gugur di dinding itu. monumen ini sudah dipagari walaupun tidak tinggi.


bagian depan ada dua bambu bersilang dengan tengah melintang bendera indonesia. tetengger ini diresmikan oleh Hamengku Buwono IX pada 7 oktober 1988. masih disekitar sini juga ada bangunan Sma Bopkri 1 jogja yang dulu digunakan jadi Mulo saat hindia belanda dan akademi militer


kita awali kisah serbuan kotabaru setalah kemerdekaan dibacakan rakyat jogja merasa sudah merdeka bebas dari penjajahan. pdaa tanggal 6 oktober 1945 ada perundingan antara republik dan jepang, membahas senjata jepang untuk diserahkan kepada pejuang di jogja. tapi perundingan itu gagal karena jepang tidak mau menyerahkan senjatanya. untuk foto bawah adalah nama pahlawan yang gugur di serbuan kotabaru seperti atmosukarto, ahmad djazuli, achmad zakir, abu bakar ali, djoemadi, djuhar nurhadi, faridan m noto yang juga bekas shodanco atau pimpinan pleton, hadi darsono, i dewa nyoman eka seorang inspektur polisi, kalipan, ngadikan.


7 oktober 1945 serangan serbuan dilakukan oleh rakyat jogja dengan bantuan BKR, KNI, Polisi. serangan ini untuk mengambil alih senjata jepang. pada pertempuran tersebut pihak republik kehilangan 21 nyawa dan 30 orang terluka sedangkan pihak jepang kehilangan 27 nyawa. dibawah adalah foto plakat nama pahlwan yang gugur lanjutan dari sisi kanan, sareh, sadjiyono, sabirin, soenarno, soeroto, soepadi, soehodo, soehartono, trimo dan wardani.


Bendera putih berkibar di markas jepang, pimpinan jepang hanya mau menyerahkan senjata kepada pimpinan daerah jogja yaitu sultan hamengkubuwono. sebanyak 360 tentara jepang dibawa ke penjara wirogunan dengan jalan kaki dikawal oleh polisi isitimewa. sore pimpinan jepang diterima di kraton jogja dan menyerahkan senjatanya. jenazah para pahlawan sorenya dikuburkan di makam pahlawan sebanyak 17 jiwa dan dikuburkan disamping masjid agung 3 jiwa dan jenazah faridan m noto dimakamkan di makam keluarga di glagah kulon progo. nama pahlawan menjadi nama jalan di sekitar kotabaru.


sumber 

vredeburg.id

http://djokja1945.blogspot.com/



Comments