Perjalanan menuju pemandian banyu biru pasuruan saya melewati pabrik gula kedawung. pabrik gula ini masih beroperasi dan dibawah sinergi gula nusantara sebelumnya bagian dari PTPN XI. pabrik ini diresmikan oleh Mevrouw De Wed Lebret pada tahun 6 november 1898. dengan nama NV. Kedawoeng dan diresmikan oleh Mevrouw De Wed Lebret
Dahulu ada dua pabrik gula di dekat sini yang pertama pabri gula kedawung dan pabrik gula kawisrejo, pabrik gula kedawung berkembang dan terus melaukan pembebasan lahan sampai mendekati pabrik gula kawis rejo. karena kondisi keuangan PG Kawisrejo sedang tidak bagus maka dilakukan merger dengan PG Kedawung dan menjadi PG Kedawung yang kita kenal sekarang. dibawah ini Rumah dengan tiang-tiang besar, biasanya yang menempatkan tempat ini jabatannya tinggi
Rumah diatas berada disamping pintu gerbang masuk ke pabrik gula, pada tahun 1930 pabrik gula kedawung sudah melakukan elektrifikasi mesin mesin di pabrik gula, dan menjadi elektrifikasi pabrik gula keempat di jawa setelah pabrik gula rejoagung kedua pabrik gula semboro dan ketiga pabrik gula sari. eletrifikasi seharusnya dijalankan di tahun 1929 tapi tertunda hingga 1930.
Rumah ini sebelahan dengan pintu masuk kereta lori ke dalam pabrik gula, sebelah gerbang kereta lori juga ada apotik kimia farma. Tahun 1950 Serikat pekerja di industri gula di Kedawung Pasuruan, telah memutuskan untuk mengajukan resolusi kepada pemerintah pusat untuk mendesak pengalihan pabrik gula Kedawung ke Republik Indonesia.
gerbang masuk ke pabrik gula kedawung. dipagar ada tulisan "KAS" yaitu kepanjangan dari Kedawoeng Agro Selfie. program agrowisata dari pabrik gula kedawung untuk meningkatkanminat wisatawan.
ini rumah pertama yang besar kalau dari pusat kota. masih banyak rumah dinas yang belum terfoto karena ngejar waktu untuk ke banyubiru.





Comments
Post a Comment