Monumen Kapal Selam Pasopati Surabaya, Bagian pertama

ada sebuah kapal selam asli dipajang di pinggir sungai, ini baru pertamakali saya lihat museum berbentuk kapal selam dan juga bertemakan kapal selam. terletak di Jl. Pemuda No.39, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya,  untuk parkiran monumen pas di depan pagar monumen


untuk tiket masuk saat saya berkunjung sekitar 15ribu untuk wisatawan lokal dan 25 ribu untuk wisatawan internasional. didalamnya ada kolam renang dan mandi bola masing-masing kena tambahan 10ribu per-anak.


setelah masuk gapura ada toko-toko makanan disebelah kiri saya lupa untuk foto. Kapal selam ini bernama KRI Pasopati dengan nomor lambung 410 bagian dari armada timur. KRI Pasopati adalah kapal selam kelas Whiskey kalau di indonesia disebut kelas cakra


KRI Pasopati adalah pemberian dari soviet tahun 1952 zaman sukarno karea pada zaman itu indonesia sangat dekat dengan dengan soviet. kapal selam ini termasuk kapal selam sempit dengan panjang 76,6 meter dan lebar 6,3 meter.


setelah 30 tahun mengabdi akhirnya kapal selam pasopati dipensiunkan. tidak seperti kapal selam lain yang dipensiunkan dan dibongkar, untuk kapal selam pasopati dipotong menjadi 16 bagian dan dirakit kembali dan dijadikan museum di daerah gubeng surabaya

kembali ke monkasel pintu masuk ada dibagian depan. melewati tangga 



ruang pertama ialah ruang torpedo haluan pintu utama masuk ada diatas dan juga digunakan sebagai bongkar muat untuk torpedo. kalau pintu masuk samping itu baru, difungsikan untuk mempermudah pengunjung museum

dibagian ini ada empat tabung peluncur torpedo yang digunakan untuk meluncurkan torpedo, peluncur torpedo juga digunakan untuk meluncurkan perenang tempur atau juga disebut pasukan katak

Handle Peluncuran Torpedo

Handle peluncuran torpedo digunakan saat torpedo sudah siap

Kemudi Darurat Vertikal

Kemudi Darurat Vertikal digunakan saat apabila sistem hidrolik di ruang ketiga macet

Torpedo di Haluan

Torpedo di haluan dapat dimuat 10 buah torpedo dengan rincian 4 di ruang peluncur torpedo haluan dan 6 sisanya sebagai cadangan. 1 torpedo beratnya 1,9 ton dan anjang torpedo 7 meter

Alat Transportasi Torpedo

Dengan berat torpedo yang 1,9 ton bagaimana cara dibawanya? yaitu dengan alat transportasi torpedo ini yang membawa torpedo cadangan masuk kedalam sistem tabung peluncur.

Bantalan Torpedo Cadangan

Bantalan ini digunakan untuk alas torpedo cadangan

Tangki Solar

Tangki solar digunakan  untuk jalur masuk solar (sepertinya begitu karena fotoku agak blur tulisan tidak terbaca)

Lemari Alat pelampung

Lemari Alat pelampung berisi alat pelampung untuk kru kapal selam sebagai alat penyelamat saat kapal selam tenggelam

Ruang kedua

Selanjutnya ke ruang kedua yaitu ruang komandan menampilkan ruang komandan dan juga barisan tempat tidur perwira. tempat tidur sebanyak 8 buah. bisa juga dijadikan ruang serbaguna

Tempat tidur perwira

ruangan ini juga menjadi tempat makan dan juga tempat tidur perwira

Ruang komandan

disebelah kiri ada ruang komandan, ruang komandan tersendiri. terlihat sempit ada kasur lemari pakaian dan juga meja

Lemari pakaian perwira

Lemari pakaian perwira digunakan untuk menyimpan pakaian dan perlengkapan dinaas, berbentik kotak dan berwarna coklat. walaupun terlihat kecil lemarinya

Ruang komandan 

Ruang komandan terdapat juga foto kapten jasin sudirjo komandan kapal selam pasopati tahun 1962 hingga 1965


done

Ruang Komunikasi

Ruang Komunikasi adalah ruangan untuk berkomunikasi mengirim berita ataupun informasi dengan pihak luar kapal selam


bagian alat komunikasi



yang warna merah corong adalah alat komunikasi internal kapal yang digunakan untuk komunikasi anatara ruangan

Mesin Pengisian Baterai

Mesin pengisian Baterai ini digunakan untuk mengisi daya baterai yang berjumlah 112 cell. baterai ini digunakan untuk menggerak mesin saat didalam air

Karena saya sangat tertarik dengan kapal selam ini hingga memfoto banyak jadi saya akan bagi menjadi 3 bagian. 


Comments